🦇 Tidak Ada Kebaikan Yang Sia Sia

Sebabtidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar - tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati -. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Berikut ini gambar ayat Roma 5:7-8 untuk anda, Waktu laksana pedang, jika engkau tidak menggunakannya maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia". Hal ini menunjukkan bahwa kita harus mengolah waktu ke hal-hal yang positif dan bermanfaat. Dan janganlah sekali-kali menggunakannya untuk hal-hal yang Sholatnyabagus tapi kerjanya bergunjing atau ngobrolin hal-hal yang tidak bermanfaat. Waktunya ada tapi digunakan untuk hal yang mudharat. Otaknya pintar tapi dipakai untuk menyalahkan orang lain atau bergubah. Bahkan sehari-harinya bicara kebaikan tapi tidak satupun aksi baik yang dilakukan. Waktunya habis untuk mengejar dunia. Tapiuntuk orang yang dibukakan pintunya oleh Agan, merasa itu pertolongan yang sangat berarti. Setiap kebaikan kecil yang Agan lakukan mungkin tidak berdampak langsung balasannya kepada ente Gan. Tapi, mungkin aja orang itu mendoakan agar pintu hati jodoh Agan segera dibukakan. Ketika ada yang Bertanya Tempat Beribadah Terdekat, Cobalah Agan Karenajika kita tidak disibukkan dalam kebaikan, tentu kita akan beralih pada hal-hal yang sia-sia yang tidak ada manfaat. Daftar Isi tutup. 1. Tidak Mampu Menghitung Nikmat Allah. 2. Kenikmatan yang Terlupakan. 3. Waktu yang Telah Berlalu Tak Mungkin Kembali Lagi. 4. Waktu Laksana Pedang. KebaikanTidak Pernah Berakhir Sia-sia. Oleh Eva F Hasan. 5 tahun lalu. in Renungan. Waktu Baca: 3 menit baca A A. A A. Reset. 0. Foto: Youtube. 11.4k. BAGIKAN. Oleh : Murthada Kurniawan. bilang saja tidak ada uang, kalau uang yang ada hanya uang tabungan haji. Kalau ayah memanajemennya dengan baik, dan membagi-bagi harta yang ayah miliki Olehkarena itu, tidak ada usaha dan doa seseorang yang sia-sia. Ia pasti akan mendapatkan hasil dari usahanya. Sama halnya dengan doa, ia juga akan mendapat salah satu dari tiga kebaikan doa, yaitu antara dosa-dosanya yang diampuni, permintaannya dikabulkan, atau mendapatkan kebaikan yang disimpan baginya untuk di kemudian hari nanti. 10Hal yang Tidak Bermanfaat dan Sia-sia. oleh Fadil Pradana pada 23 April 2010 jam 10:14. Cinta yang di dalamnya tidak ada ridho dari yang dicintai dan cinta yang tidak mau patuh pada perintah-Nya. Ketujuh: Waktu yang tidak diisi dengan kebaikan dan pendekatan diri pada Allah. Kedelapan: Pikiran yang selalu berputar pada hal yang tidak 4 Hati yang kosong Hati yang kosong dari kecintaan kepada Allah, tidak merindukan-Nya, tidak pula merasa tentram bersama-Nya. 5. Badan yang menganggur Tidak melakukan ketaatan dan pengabdian kepada-Nya. Baca juga: Kontak Tembak OPM dengan Pasukan TNI-Polri Pecah di Beoga dan Ilaga Kabupaten Puncak 6. Kecintaan yang tidak disertai keridhaan S8eD. Kebaikan Tidak Sia-sia Pernahkah kita mengalami keadaan di mana semua kebaikan yang kita lakukan dan semua pengorbanan yang kita berikan pada orang lain tidak dihargai dan seolah-olah tidak ada gunanya? Semuanya terlihat sia-sia. Terkadang kita menabur kebaikan namun mendapat kejahatan sebagai balasannya, kita mencintai namun disakiti, atau kita memberi dan menolong orang lain namun mendapat kerugian sebagai balasannya. Benarkah kebaikan yang kita berikan akan menjadi sia-sia? Apakah kebaikan yang kita lakukan tidak berguna? Saat kita membagikan dan melakukan hal-hal baik pada orang lain, sesungguhnya kita sedang memupuk hal-hal baik untuk hidup kita sendiri. Semua itu adalah benih yang harus kita tabur dengan giat agar kelak semakin banyak menghasilkan. Apa yang kita tabur saat ini, akan kita tunai kelak dengan sukacita. Dan Tuhan menyiapkan bonus yang berlipat-lipat untuk kita jika kita tetap setia sampai akhir. Berilah maka kamu akan diberi. Kebaikan akan berbalas kebaikan, cepat atau lambat kita akan menuai apa yang sudah kita tabur. Kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia, semua akan diperhitungkan Tuhan, sekecil apapun itu. Jangan lelah melakukan pekerjaan Allah, jangan lelah bekerja di ladang Tuhan dan berlomba-lombalah dalam melakukan kebaikan. Percayalah, semua hal yang kita lakukan dengan niat baik akan mendatangkan dampak yang baik dan balasan yang baik pula. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. 1 Korintus 1558 Artikel Lainnya Post navigation Pertanyaan Jawaban Yesaya 5510–11 mengajar, “Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Ayat 11 menjelaskan apa yang dimaksud dengan “tidak kembali akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia” dengan mengajar bahwa “ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” Hujan dan salju adalah siklus perjalanan air. Hujan datang ke atas bumi, diserap ke dalam bumi, dan membantu pertumbuhan tanaman, yang kemudian dimakan manusia, dan memberi kehidupan. Hujan dan salju datang dari langit dan tidak kembali ke atas tanpa menuntaskan tujuannya. Allah membandingkan Firman-Nya dengan hujan dan salju karena, seperti hujan, Firman Allah selalu memenuhi tujuan baik-Nya. Ketika Allah menyampaikan bahwa Firman-Nya tidak akan kembali pada Diri-Nya dengan sia-sia, kita dapat memastikan bahwa Ia memiliki tujuan bagi Firman-Nya. Firman Allah berasal dari atas. Ia “menafaskan” Firman-Nya pada kita, yang kemudian direkam di dalam Alkitab 2 Timotius 316. Setiap firman yang Ia berikan pada manusia bertujuan khusus dan ada sebabnya. Sama seperti hujan dan salju, firman Allah menghasilkan kehidupan Yohanes 663 dan menghasilkan buah yang baik dalam kehidupan kita. Melalui Firman-Nya, kita tahu bahwa Allah mengasihi kita dan bahwa Yesus mati guna membebaskan kita dari dosa dan kematian; kita juga belajar cara hidup sesuai dengan kebenaran tersebut. Ketika Allah mengajar bahwa Firman-Nya tidak akan kembali secara sia-sia, pengetahuan itu menyemangati kita untuk hidup dalam Firman-Nya, menerapkannya ke dalam kehidupan kita, menyerapnya bagaikan tanah yang menyerap hujan dan salju. Kebenaran itu tidak akan kembali dengan sia-sia jika hati kita diubahkan. Firman Allah menegur dan memperbaiki kesalahan kita, dan melatih kita untuk hidup saleh 2 Timotius 316-17. Firman-Nya adalah pelita yang menerangi di dalam dunia yang gelap ini Mazmur 119105. Firman-Nya berlaku bagi setiap masalah yang menerpa. Firman Allah selalu menghasilkan apa yang dituju, baik dalam ajaran, perbaikan, pelatihan, mengarahkan kita pada-Nya, mengungkapkan dosa kita, atau menghasilkan kebaikan lainnya. Ketika Allah mengajar bahwa Firman-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia, kita mengerti bahwa Allah itu berdaulat. Janji-Nya ialah bahwa Firman-Nya akan mencapai apa yang Ia kehendaki, bukan apa yang kita inginkan. Kita dapat membagikan Firman dengan tujuan mengubah opini orang lain – dan mungkin saja opini orang itu tidak berubah. Apakah Firman Allah menjadi sia-sia? Tidak, namun tujuan kita mungkin berbeda dengan tujuan Allah. Seperti angin yang “bertiup ke mana ia mau,” Roh Kudus juga bertindak dalam cara yang tak tampak Yohanes 38. Dan Allah dapat menggunakan Firman-Nya dengan cara yang mengejutkan, pada waktu yang tak disangka, di dalam orang yang tak disangka. Sama seperti seorang meteorology tak dapat memastikan turunnya hujan atau salju, kita tidak mungkin menebak bagaimana Allah hendak menggunakan Firman-Nya. Firman Allah tidak akan kembali dengan sia-sia. Firman Allah terlalu kuat. Ketika Allah berfirman, “Jadilah terang,” maka hasilnya adalah “terang itu jadi” Kejadian 13. Ketika Yesus berkata, “Diam! Tenanglah!” maka angin itu reda dan danau itu menjadi teduh Markus 439. Firman Allah selalu berhasil; Allah selalu berhasil, dan mereka yang menerima Firman akan menjadi pemenang pula 1 Yohanes 54. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apakah artinya bahwa Firman Allah tidak akan kembali dengan sia-sia? Bacaan Setahun Yeh. 42-44 Why. 20 TIDAK ADA YANG SIA-SIA “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” 1 Korintus 1558 Salah satu kata paling melemahkan dalam kehidupan yang akan menghentikan setiap langkah, melemahkan semua motivasi untuk berjuang, dan hasrat untuk melakukan semua hal yang baik adalah kata “sia-sia”. Kata sia-sia ini mewakili kata tentang percuma, tidak ada gunanya. Mungkin kita kerap mendengar seseorang berkata, sia-sia berdoa, sia-sia bekerja keras, sia-sia jadi orang baik, sia-sia hidup sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, sia-sia melayani Tuhan. Firman Tuhan memberi sebuah nasihat yang sangat penting untuk kita, dan nasihat itu sangat relevan dengan kondisi-kondisi kita hari ini saat hadapi hidup yang penuh tantangan dan perjuangan yaitu dengan berdiri teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu. Tiga nasihat ini menggambarkan sebuah kualitas tentang menjadi pribadi yang kuat. Harapan untuk menjadi pribadi kuat ini ternyata didasarkan pada sebuah keyakinan bahwa apapun yang kita perjuangkan/harapkan tidak pernah sia-sia. Atau jika statement ini dimaknai secara terbalik, apakah yang kerap membuat kita putus asa, goyah, dan menjadi apatis atau skeptis? Yaitu ketika kita menganggap apa yang kita lakukan adalah sia-sia. Mengapa orang bisa menganggap apa yang dikerjakannya sia-sia ? Hal itu bisa terjadi karena kita tidak memahami akan bagaimana Allah menyatakan kasihNya kepada kita. Roma 828 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Kita kerap terlalu dini menyimpulkan bahwa kegagalan, ketidakberhasilan, peristiwa negatif adalah kesia-siaan. Sadarkah kita bahwa Allah ternyata memberi garansi, bahwa dalam segala keadaan hanya rencana kebaikanNya yang akan terjadi, DIA dapat memakai keadaan “negatif” sekalipun bagi kebaikan kita yang dipilih dan dikasihiNya. Berbagai peristiwa dari cerita para tokoh-tokoh di Alkitab dituliskan secara terbuka yang menyatakan bukan hanya peristiwa kebaikan, atau keberhasilan tetapi juga mengenai kegagalan, kekecewaan, pengkhianatan manusia kepada Tuhan dan panggilanNya. Berhentikah rencana Allah? Sia-siakah hidup mereka? Kita tahu bahwa panggilan dan rencana Allah bagi mereka tidak pernah gagal, demikian juga dengan hidup kita. Ketika Yesus menyatakan rencana kematian-Nya di kayu salib, murid-murid-Nya pun tidak paham, dan berusaha mencegah, karena menganggap bahwa kematian itu adalah tanda kesiasiaan. Tetapi saat ini kita melihat bahwa peristiwa Salib justru menjadi peristiwa kemenangan Kristus atas dosa, dan karena itu juga memberi kita kuasa untuk menang atas dosa. Anda mengerti? HA Questions 1. Pernahkah Anda mengalami kesia-siaan di dalam hidup Anda, dalam hal apa? 2. Percayakah Anda bahwa Tuhan turut bekerja dalam setiap keadaan yang Anda alami saat ini? Saksikan. Values Allah memberi garansi, bahwa dalam segala keadaan hanya rencana kebaikanNya yang akan terjadi bagi yang mengasihi-Nya. Kingdom Quote Karya salib bukanlah kesia-kesiaan tetapi justru tanda kemenangan Tuhan bagi kita.

tidak ada kebaikan yang sia sia